Hari Santri Nasional 22 Oktober: Jejak Resolusi Jihad 1945 dan Peran Santri dalam Sejarah Kemerdekaan

Thursday, 22 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober tidak dapat dilepaskan dari sejarah Resolusi Jihad 1945, sebuah seruan perjuangan ulama yang menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum ini sekaligus menegaskan kontribusi kalangan pesantren dalam perjalanan sejarah bangsa.

Hari Santri Nasional ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara terhadap peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan serta kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Resolusi Jihad di Tengah Ancaman Kembalinya Kolonialisme

Sejarah Hari Santri berakar pada situasi Indonesia setelah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan yang telah diumumkan belum sepenuhnya menjamin terbebasnya Indonesia dari ancaman kekuasaan kolonial.

Pada Oktober 1945, situasi keamanan semakin memanas seiring kedatangan pasukan Sekutu yang disertai kepentingan Belanda untuk memulihkan kekuasaannya di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong para ulama untuk mengambil sikap dalam mempertahankan kemerdekaan.

Pada 22 Oktober 1945, lahir Resolusi Jihad yang berkaitan erat dengan peran KH. Hasyim Asy’ari dan kalangan ulama Nahdlatul Ulama. Seruan tersebut menegaskan kewajiban perjuangan mempertahankan kemerdekaan dalam menghadapi ancaman terhadap Republik Indonesia.

Resolusi Jihad kemudian menjadi salah satu faktor yang menguatkan mobilisasi umat Islam, termasuk para santri, dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Berkaitan Erat dengan Pertempuran Surabaya

Semangat perlawanan yang berkembang setelah Resolusi Jihad menjadi bagian dari konteks sejarah Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Dalam pertempuran tersebut, rakyat Surabaya bersama berbagai kelompok pejuang menghadapi pasukan Inggris.

Pertempuran Surabaya menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Meski demikian, perjuangan mempertahankan kemerdekaan melibatkan banyak unsur masyarakat. Peran ulama dan santri merupakan bagian penting dari perjuangan kolektif bangsa Indonesia dalam menghadapi upaya kembalinya kekuasaan kolonial.

Ditetapkan Pemerintah pada 2015

Pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.

Penetapan ini memberikan pengakuan terhadap kontribusi historis kalangan pesantren. Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Santri menjadi ruang untuk merefleksikan peran pendidikan pesantren dalam membentuk karakter, memperkuat kehidupan sosial, serta menanamkan nilai pengabdian kepada bangsa.

Sejak penetapan tersebut, tanggal 22 Oktober diperingati setiap tahun melalui berbagai kegiatan, antara lain upacara, doa bersama, kegiatan pendidikan, dan aktivitas sosial di lingkungan pesantren maupun masyarakat.

Tantangan Santri di Era Modern

Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan persaingan global, semangat perjuangan santri menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan masa 1945.

Jika generasi terdahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan di tengah ancaman kolonialisme, generasi santri masa kini dituntut memperkuat kualitas pendidikan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menjaga integritas, serta berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Nilai keilmuan, akhlak, kemandirian, dan kepedulian sosial menjadi bekal penting bagi santri untuk mengambil bagian dalam pembangunan nasional.

Peringatan Hari Santri dengan demikian tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Momentum ini juga menjadi pengingat akan pentingnya meneruskan semangat perjuangan melalui pendidikan, pengabdian, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Menjaga Warisan Sejarah

Hari Santri Nasional menempatkan Resolusi Jihad sebagai salah satu tonggak penting dalam narasi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peringatan ini sekaligus mengingatkan bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan berbagai unsur masyarakat dengan latar belakang dan peran yang beragam.

Menghormati sejarah tersebut berarti menjaga ingatan kolektif bangsa sekaligus memastikan nilai perjuangan tetap relevan bagi generasi berikutnya.

CHAKRADETIK.COM — Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang jasa ulama dan santri, memperkuat semangat kebangsaan, serta meneguhkan komitmen membangun Indonesia melalui ilmu, akhlak, dan pengabdian.

Sumber rujukan: Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri dan catatan sejarah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.

Catatan redaksi: Naskah ini disusun sebagai artikel berita sejarah. Sebelum diterbitkan, redaksi disarankan melengkapi rujukan sejarah primer dan menyesuaikan tanggal serta konteks aktual dengan agenda pemberitaan.

CHAKRADETIK.COM
Media Informasi dan Aspirasi Publik

Berita Terkait

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, FESDIKARI Dorong Pendidikan Berkualitas untuk Indonesia Emas
Budidaya Maggot kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut RT 03 RW 04 jayamekar, Peluang Bisnis Yang Menjanjikan dan Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Thursday, 22 October 2026 - 09:05 WIB

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Jejak Resolusi Jihad 1945 dan Peran Santri dalam Sejarah Kemerdekaan

Saturday, 2 May 2026 - 15:24 WIB

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, FESDIKARI Dorong Pendidikan Berkualitas untuk Indonesia Emas

Saturday, 22 November 2025 - 03:53 WIB

Budidaya Maggot kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut RT 03 RW 04 jayamekar, Peluang Bisnis Yang Menjanjikan dan Ramah Lingkungan

Berita Terbaru