DLH Kutai Timur Diminta Tegas Jalankan Wewenang Sesuai Undang-Undang

Monday, 15 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

chakradetik.com // Kutai Timur, 15 Desember 2025 Hingga saat ini, PT Lancar Mandiri Abadi (LMA) selaku subkontraktor Perusahaan KNC diduga belum memberikan kompensasi atau tali asih kepada seorang petani sawit bernama Taharuddin, meskipun dampak lingkungan akibat aktivitas perusahaan tersebut telah dilakukan survei bersama dan dibahas dalam forum mediasi yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur.

Padahal, berdasarkan hasil survei lapangan bersama antara pemilik kebun, perwakilan PT LMA, dan DLH Kutai Timur, aliran air dan lumpur yang masuk ke kebun sawit milik Taharuddin diduga berasal dari aktivitas pembangunan jalan hauling oleh PT LMA. Dampak yang ditimbulkan meliputi sekitar 75 pohon sawit terdampak, penurunan produksi, serta kerugian biaya pupuk dan gaji karyawan yang harus ditanggung selama hampir satu tahun.

Kronologi Permasalahan

Kasus ini bermula dari pengaduan Taharuddin sejak sekitar Februari 2025, terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat pembangunan jalan hauling oleh PT Lancar Mandiri Abadi (LMA). Aktivitas tersebut diduga menyebabkan aliran air dan lumpur masuk ke kebun sawit miliknya.

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, DLH Kutai Timur mengundang para pihak untuk melakukan survei lapangan dan mediasi. Dalam proses tersebut, pihak PT LMA menawarkan kompensasi sebesar Rp28 juta, namun tawaran tersebut ditolak karena dinilai tidak sebanding dengan total kerugian yang dialami hampir selama satu tahun.

Hingga rilis ini diterbitkan, belum tercapai kesepakatan, dan kompensasi yang layak belum diberikan kepada pihak petani.

Desakan Penegakan Hukum Lingkungan

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, perusahaan yang diduga menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan wajib bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Pasal 67 menyebutkan bahwa setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian lingkungan hidup.

Pasal 69 ayat (1) melarang perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

Pasal 76 memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah melalui DLH untuk menjatuhkan sanksi administratif, berupa:

1. Teguran tertulis

2. Paksaan pemerintah

3. Pembekuan izin lingkungan

4. Pencabutan izin lingkungan

Dengan dasar tersebut, DLH Kutai Timur didesak untuk bertindak tegas dan menjalankan kewenangannya sesuai undang-undang, termasuk memberikan peringatan keras (warning) kepada perusahaan yang diduga merusak lingkungan. Apabila perusahaan dinilai tidak kooperatif atau terus mengabaikan tanggung jawabnya, maka sanksi administratif hingga pencabutan izin patut dipertimbangkan.

Penutup

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan lingkungan hidup dan keadilan bagi masyarakat kecil, khususnya petani yang menggantungkan hidupnya dari hasil kebun sawit. Penyelesaian yang adil, transparan, dan sesuai hukum diharapkan dapat segera dilakukan tanpa tekanan dari pihak mana pun.

( R Rumandan )

Berita Terkait

Dalam Rapat Internal,Nena Terpilih Jadi Ketua Panitia Natal, DPW PETIR DKI Jakarta Matangkan Persiapan Agenda Organisasi
Koprabu Indonesia Law Firm Gelar Aksi Bakti Sosial “Berbagi Karya Menebar Bahagia” di Kemayoran
Golkar Jakarta Utara Gelar Musda XL Fokus Perkuat Soliditas dan Pelayanan Masyarakat
Transparansi Paket Jalan dan Trotoar Jakarta Utara Dipertanyakan, Masyarakat Desak Evaluasi Hingga Audit Anggaran
Tak Hanya Kredit Rumah, Layanan Harian Tuai Pujian, Kepuasan Capai 89%
Ada Papan Larangan, Sahabat Alam Hijau Desak Gakkum Periksa PT Ifishdeco Tbk
Perkuat Pemahaman Hukum Generasi Muda, BNN Jakarta Utara Sosialisasikan P4GN di SMAN 80 Jakarta
Bareskrim Tangkap Buron Penyelundup Hp Ilegal Rp 253M di Bandara Soetta

Berita Terkait

Sunday, 25 October 2026 - 20:12 WIB

Dalam Rapat Internal,Nena Terpilih Jadi Ketua Panitia Natal, DPW PETIR DKI Jakarta Matangkan Persiapan Agenda Organisasi

Wednesday, 21 October 2026 - 12:07 WIB

Koprabu Indonesia Law Firm Gelar Aksi Bakti Sosial “Berbagi Karya Menebar Bahagia” di Kemayoran

Saturday, 17 October 2026 - 16:56 WIB

Golkar Jakarta Utara Gelar Musda XL Fokus Perkuat Soliditas dan Pelayanan Masyarakat

Thursday, 15 October 2026 - 12:04 WIB

Transparansi Paket Jalan dan Trotoar Jakarta Utara Dipertanyakan, Masyarakat Desak Evaluasi Hingga Audit Anggaran

Monday, 12 October 2026 - 21:07 WIB

Ada Papan Larangan, Sahabat Alam Hijau Desak Gakkum Periksa PT Ifishdeco Tbk

Friday, 9 October 2026 - 16:33 WIB

Perkuat Pemahaman Hukum Generasi Muda, BNN Jakarta Utara Sosialisasikan P4GN di SMAN 80 Jakarta

Friday, 9 October 2026 - 16:06 WIB

Bareskrim Tangkap Buron Penyelundup Hp Ilegal Rp 253M di Bandara Soetta

Thursday, 8 October 2026 - 19:08 WIB

Anggaran Rp1,73 Miliar, Proyek Gedung Aki Tirem Jadi Sorotan: PWJU Desak Transparansi dan Akuntabilitas

Berita Terbaru