Desil Jadi Sorotan, Bansos Berpotensi Salah Sasaran: Data di Atas Kertas Tak Selalu Sama dengan Kondisi Warga

Wednesday, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali menuai sorotan. Persoalan data desil dinilai menjadi salah satu titik krusial yang harus dibenahi agar program bantuan pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Desil merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga. Namun, persoalan muncul ketika status atau peringkat kesejahteraan dalam data tidak lagi menggambarkan kondisi ekonomi warga yang sebenarnya.

Di lapangan, kondisi masyarakat dapat berubah dengan cepat. Kehilangan pekerjaan, penurunan penghasilan, meningkatnya kebutuhan rumah tangga, maupun perubahan kondisi keluarga dapat terjadi setelah data terakhir diperbarui.

Akibatnya, muncul kekhawatiran warga yang secara nyata membutuhkan bantuan justru tidak masuk dalam sasaran penerima karena posisi desilnya dianggap tidak memenuhi kriteria.

Jangan Sampai Angka Mengalahkan Kondisi Nyata

Persoalan tersebut menimbulkan pertanyaan serius: apakah data yang digunakan sudah benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat saat ini?

Jika data tidak diperbarui secara rutin dan tidak dibarengi verifikasi lapangan, sistem yang seharusnya membantu menentukan penerima bansos justru berpotensi menghasilkan ketidaktepatan sasaran.

“Jangan sampai angka di dalam sistem lebih dipercaya daripada kondisi nyata masyarakat. Kalau warga memang miskin atau mengalami kesulitan ekonomi, tetapi tidak mendapatkan bantuan karena persoalan klasifikasi data, pemerintah harus menyediakan mekanisme koreksi yang cepat,” ujar pemerhati kebijakan sosial.

Masyarakat Harus Bisa Sanggah Data

Pemerintah juga didorong membuka ruang pengaduan dan mekanisme sanggah yang mudah diakses masyarakat.

Warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data seharusnya dapat mengajukan keberatan, kemudian dilakukan verifikasi dan pemutakhiran berdasarkan kondisi terbaru.

Transparansi menjadi penting. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana data kesejahteraan ditentukan, bagaimana seseorang masuk dalam kelompok desil tertentu, serta bagaimana proses perubahan data apabila terdapat kesalahan.

Jangan Hanya Percaya Data Digital

Digitalisasi pendataan memang penting, tetapi tidak boleh menghilangkan proses verifikasi faktual.

Pemerintah daerah, kelurahan, hingga unsur masyarakat di tingkat lingkungan perlu dilibatkan dalam memastikan kondisi warga benar-benar sesuai dengan data yang tercatat.

Sebab, satu perubahan kondisi ekonomi sebuah keluarga bisa menentukan apakah mereka mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari atau justru membutuhkan intervensi pemerintah.

Karena itu, persoalan desil tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan teknis administrasi.

Ini menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan perlindungan sosial secara tepat dan adil.

Pemerintah perlu memastikan bahwa sistem pendataan tidak menjadi tembok bagi warga miskin untuk memperoleh bantuan.

Data harus mengikuti kondisi rakyat—bukan rakyat yang dipaksa mengikuti data.

Pada akhirnya, keberhasilan program bansos tidak hanya diukur dari seberapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari seberapa tepat bantuan tersebut diterima oleh orang yang benar-benar membutuhkan.

Berita Terkait

Survei IDM: Kepuasan Pengguna Jasa Bea Cukai Tinggi, Tapi Tarif & Aturan Barang Impor Jadi Sorotan
Kasubdit III Unit IV Polda Jatim Panggil 2 saksi dugaan pengeroyokan dan kekerasan terhadap Agus Jagal
Usai Maulid Nabi, PPSU Kalibaru Gerak Cepat Bersihkan Plaza Kalibaru
IDM Minta Publik Tak Terburu-buru Menyimpulkan Keterlibatan Djaka Budhi dalam Kasus Blueray
Sekjen KAKI: Dugaan Tindak Pidana Harus Diungkap dalam Sengketa Yusuf Hamka Vs Hary Tanoe
Garda Terdepan Pelayanan Publik, PPSU Kelurahan Kalibaru Terus Bergerak untuk Warga
Hingga Dini Hari, Massa Aksi Masih Bertahan di Depan Gedung DPR RI
PDU Family Meriahkan Karnaval Budaya Nusantara di Kalibaru RW 01

Berita Terkait

Saturday, 12 September 2026 - 21:11 WIB

Survei IDM: Kepuasan Pengguna Jasa Bea Cukai Tinggi, Tapi Tarif & Aturan Barang Impor Jadi Sorotan

Wednesday, 9 September 2026 - 22:00 WIB

Kasubdit III Unit IV Polda Jatim Panggil 2 saksi dugaan pengeroyokan dan kekerasan terhadap Agus Jagal

Wednesday, 9 September 2026 - 02:25 WIB

Desil Jadi Sorotan, Bansos Berpotensi Salah Sasaran: Data di Atas Kertas Tak Selalu Sama dengan Kondisi Warga

Saturday, 5 September 2026 - 07:20 WIB

Usai Maulid Nabi, PPSU Kalibaru Gerak Cepat Bersihkan Plaza Kalibaru

Wednesday, 2 September 2026 - 16:19 WIB

IDM Minta Publik Tak Terburu-buru Menyimpulkan Keterlibatan Djaka Budhi dalam Kasus Blueray

Wednesday, 2 September 2026 - 13:27 WIB

Sekjen KAKI: Dugaan Tindak Pidana Harus Diungkap dalam Sengketa Yusuf Hamka Vs Hary Tanoe

Wednesday, 2 September 2026 - 11:05 WIB

Garda Terdepan Pelayanan Publik, PPSU Kelurahan Kalibaru Terus Bergerak untuk Warga

Friday, 28 August 2026 - 01:03 WIB

Hingga Dini Hari, Massa Aksi Masih Bertahan di Depan Gedung DPR RI

Berita Terbaru

Uncategorized

PWJU Resmi Dideklarasikan, Bidik Penguatan Profesionalisme Wartawan

Thursday, 10 Sep 2026 - 16:11 WIB