
Chakradetik.com – Jakarta Timur menjadi saksi antusiasme ratusan warga yang menghadiri acara “Setahun Mas Pram – Bang Doel Menjawab Harapan Jakarta”. Sebanyak 200 peserta dari berbagai unsur masyarakat hadir dalam forum yang bukan sekadar seremoni, melainkan perayaan atas satu tahun kepemimpinan yang dinilai membawa Jakarta semakin maju, inklusif, dan nyata berpihak pada rakyat acara ini digelar di gedung Sangkrini, Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur pada Jumat, (13/2/2026).
Sejak awal acara, atmosfer optimisme begitu terasa. Paparan diskusi capaian pembangunan disambut tepuk tangan hangat peserta. Di bawah kepemimpinan Mas Pram – Bang Doel, Jakarta dinilai tidak sekadar bergerak, tetapi melompat jauh sebagai kota global yang tetap membumi dan menghadirkan keadilan sosial.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Barisan Jakarta (BAJA) bersama Karang Taruna Jakarta Timur dan Prima DMI Jakarta, dengan dukungan sejumlah BUMD DKI Jakarta serta fasilitas tempat dari Pemerintah Kota Jakarta Timur.
Ketua Umum Barisan Jakarta (BAJA), Raden Lintang menegaskan bahwa forum ini bukan ajang pujian, Hal ini bentuk rasa syukur sekaligus komitmen menjaga Jakarta.
“Kita sangat beruntung tinggal di Jakarta. Di setiap sendi kehidupan warga negara Pemprov DKI Jakarta benar-benar hadir. Hal ini diwujudkan adanya Transportasi JakLingko nol rupiah, layanan kesehatan gratis, sekolah gratis — ini tidak semua provinsi bisa rasakan. Maka tidak ada alasan untuk warga tidak mencintai Jakarta,” ujarnya penuh semangat.
Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk menjaga Jakarta, menjaga persatuan, serta terus mendukung kepemimpinan yang telah terbukti bekerja nyata.
“Mari kita jaga Jakarta. Mari kita rawat kota ini dengan rasa syukur. Karena apa yang kita rasakan hari ini adalah hasil dari kepemimpinan yang hadir dan berpihak,” tegasnya
Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya: Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta, Reinhard Sirait, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, serta M. Tsani Annafari, Ph.D., selaku Kepala Pusat Pengembangan Produktivitas Daerah (P3D) mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta.
Turut hadir pula Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E, Raden Gusti Arief Yulifard, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta, KH. Mamun Al Ayubi, Ketua Karang Taruna DKI Jakarta, Akmal Budi Yulianto, Ketua DPP FORKABI, Fitria Octarina serta Direktur Komunikasi Pusat Ristek Indonesia, Achmad Annama.
Kehadiran unsur Pemerintah Kota Jakarta Timur juga diwakili oleh Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jakarta Timur, Eliezer Hutapea, yang menegaskan dukungan penuh terhadap agenda kolaboratif pembangunan Jakarta.
Sementara dalam kesempatan tersebut, Ketua DMI DKI Jakarta, KH. Mamun Al Ayubi, menyampaikan Apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Mas Pram – Bang Doel.
Ia menilai dalam satu tahun, keduanya telah menjawab harapan Jakarta bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga kebijakan yang berkeadilan dan inklusif.
Ia secara khusus menyoroti kebijakan bantuan operasional tempat ibadah yang tidak hanya diperuntukkan bagi masjid, tetapi juga bagi gereja, pura, vihara, dan rumah ibadah lainnya. “Inilah kepemimpinan yang matang dan adil. Semua rumah ibadah diperhatikan. Semua umat dirangkul. Mas Pram – Bang Doel memimpin bukan hanya dengan program, tetapi dengan hati,” ujarnya.
Salah satu momen yang paling diapresiasi peserta adalah kehadiran booth pelayanan Transjakarta. Dimana dalam kesempatan tersebut, Transjakarta membuka layanan pendaftaran langsung bagi 16 kelompok masyarakat yang berhak mendapatkan Kartu Layanan Gratis sesuai Pergub nomor 33 Tahun 2025.
Langkah ini menjadi simbol bahwa kebijakan tidak berhenti di meja birokrasi, tetapi benar-benar hadir di tengah rakyat.
Transformasi publik melalui JakLingko nol rupiah, penguatan akses layanan kesehatan gratis, hingga pendidikan gratis menjadi bukti bahwa keadilan sosial bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang dirasakan warga sehari-hari.
Dalam acara tersebut juga dipaparkan popularitas yang menunjukkan tingkat kepuasan publik yang positif terhadap satu tahun kepemimpinan Mas Pram – Bang Doel. Data tersebut mempertegas bahwa arah kebijakan yang diambil bukan hanya tepat, tetapi mendapatkan legitimasi kuat dari masyarakat.
Forum ini pada akhirnya menjelma menjadi penegasan bahwa kota Jakarta hari ini bergerak dengan kepemimpinan yang visioner, responsif, dan berani mengambil langkah progresif demi kesejahteraan warganya.
Satu tahun mungkin waktu yang singkat dalam sejarah panjang Jakarta.
Namun bagi banyak warga yang hadir, satu tahun kepemimpinan Mas Pram – Bang Doel telah cukup untuk menunjukkan bahwa Jakarta berada di jalur yang tepat — menuju kota global yang maju, berbudaya, inklusif, serta benar-benar menjadi rumah besar yang membanggakan bagi semua warganya.





