Prajurit Bhayangkara di Tanah Kelahiran: Integritas Tanpa Batas Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono Jaga Marwah Polri

Friday, 15 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP – Penugasan sebagai Kapolresta Cilacap menjadi momentum penuh makna bagi Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono. Bertugas di tanah kelahirannya sendiri, ia menyebut amanah tersebut sebagai sebuah “kepulangan yang sakral” sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.Jumat,(15/05/2026)

Kombes Budi mengaku bersyukur atas kepercayaan pimpinan Polri yang memberikan kesempatan untuk mengabdi di daerah asalnya. Menurutnya, tugas tersebut bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Penugasan ini adalah amanah. Saya ingin memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Cilacap,” ujarnya.

Komitmen itu tidak hanya diwujudkan melalui tugas-tugas kepolisian, tetapi juga melalui aksi sosial yang langsung dirasakan masyarakat. Salah satunya ialah pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Dusun Ciloning dan Dusun Pengampiran, Desa Karanganyar, Kecamatan Gandrungmangu.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kapolri yang kemudian diteruskan kepada jajaran Polri, termasuk Kapolresta Cilacap, untuk segera direalisasikan demi membantu kebutuhan masyarakat.

Jembatan yang diresmikan pada 15 April 2026 itu kini menjadi akses penting bagi warga, terutama para petani serta pelajar yang setiap hari melintasi wilayah tersebut untuk beraktivitas.

“Kapolresta Cilacap mengimplementasikan perintah Presiden melalui arahan Kapolri untuk membantu masyarakat membangun jembatan tersebut sehingga dapat mempermudah aktivitas warga, baik petani maupun anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah,” jelasnya.

Pengamat kepolisian dan intelijen, Paijo Parikesit, menilai sosok Kombes Pol Budi Adhy Buono mencerminkan karakter prajurit Bhayangkara yang kuat berakar pada budaya Banyumas.

Dalam keterangannya kepada media, Jumat (15/5/2026), Paijo menyebut budaya Banyumas bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi karakter yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, kesederhanaan, serta semangat egaliter atau dikenal dengan istilah “cablaka”, yakni sikap terbuka dan apa adanya.

“Prajurit Bhayangkara asal Banyumas dididik untuk mengutamakan ketulusan. Filosofi itu tercermin dari sosok Bawor yang menempatkan kejujuran sebagai ukuran utama martabat seseorang,” ujar Paijo.

Ia menambahkan, karakter masyarakat Banyumas yang kritis namun tetap objektif membuat Kombes Pol Budi dikenal sebagai pemimpin yang tegas sekaligus humanis dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Paijo, penempatan anggota Polri di daerah asal memiliki banyak dampak positif, baik bagi institusi maupun personel yang bersangkutan. Anggota Polri yang bertugas di tanah kelahirannya dinilai lebih memahami karakter sosial, budaya, hingga kondisi geografis wilayahnya sehingga mempermudah komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat.

“Dengan pengenalan medan yang baik, anggota Polri dapat bertindak lebih cepat dan tepat dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Paijo juga menilai penempatan Kombes Pol Budi Adhy Buono di daerah asalnya merupakan bagian dari implementasi program Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis dan penguatan hubungan antara Polri dengan masyarakat.

Meski berasal dari lingkungan dengan akar disiplin militer yang kuat, Kombes Pol Budi disebut lebih mengutamakan pendekatan persuasif, kedamaian, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pengabdiannya.

Menutup keterangannya, Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono menegaskan keinginannya untuk meninggalkan warisan berupa keamanan dan kebaikan bagi masyarakat Cilacap.

“Cilacap adalah rumah saya. Di rumah ini, saya hanya ingin mewariskan kebaikan dan keamanan bagi saudara-saudara saya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Diduga Gudang Penimbunan Solar di Tambak Mayor Ruko Tidar Kembali Beroperasi, Aparat Diminta Lakukan Penyelidikan
Hukum Dijadikan Alat Tawar-Menawar: Runtuhnya Marwah Penegak Hukum dan Gugat Kredibilitas DPR RI
MERUNTUHKAN TOPENG KEADILAN – KETIKA PENEGAK HUKUM MENJADI SARANG MAFIA DAN KORUPTOR
MADURA ASLI SEDARAH (MADAS) DPD DKI JAKARTA TEGASKAN DUKUNGAN PENUH KEPADA KORTASTIPIDKOR POLRI: “BERSAMA POLRI WUJUDKAN INDONESIA BERSIH DARI KORUPSI”
Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai Disorot, GERTAK Minta KPK Usut Tuntas
Kekerasan Terhadap Sekretaris PKC PMII Riau Adalah Serangan Terhadap Demokrasi, Kapolda Riau dan Kapolresta Pekanbaru diminta Segera Tangkap Para Pelaku
Kasus Dugaan Peganiayaan Berujung intimidasi Wartawan,’PWI Jakbar Minta Oknum Polisi Di Periksa
DPD MADURA ASLI SEDARAH (MADAS) DKI JAKARTA PERKUAT KONSOLIDASI ORGANISASI MELALUI RAPAT RUTIN BULANAN DAN PENGAJIAN BERSAMA

Berita Terkait

Friday, 10 July 2026 - 23:32 WIB

Diduga Gudang Penimbunan Solar di Tambak Mayor Ruko Tidar Kembali Beroperasi, Aparat Diminta Lakukan Penyelidikan

Friday, 10 July 2026 - 16:20 WIB

Hukum Dijadikan Alat Tawar-Menawar: Runtuhnya Marwah Penegak Hukum dan Gugat Kredibilitas DPR RI

Friday, 10 July 2026 - 03:07 WIB

MERUNTUHKAN TOPENG KEADILAN – KETIKA PENEGAK HUKUM MENJADI SARANG MAFIA DAN KORUPTOR

Wednesday, 8 July 2026 - 18:29 WIB

Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai Disorot, GERTAK Minta KPK Usut Tuntas

Monday, 6 July 2026 - 22:23 WIB

Kekerasan Terhadap Sekretaris PKC PMII Riau Adalah Serangan Terhadap Demokrasi, Kapolda Riau dan Kapolresta Pekanbaru diminta Segera Tangkap Para Pelaku

Friday, 3 July 2026 - 20:45 WIB

Kasus Dugaan Peganiayaan Berujung intimidasi Wartawan,’PWI Jakbar Minta Oknum Polisi Di Periksa

Friday, 3 July 2026 - 16:03 WIB

DPD MADURA ASLI SEDARAH (MADAS) DKI JAKARTA PERKUAT KONSOLIDASI ORGANISASI MELALUI RAPAT RUTIN BULANAN DAN PENGAJIAN BERSAMA

Thursday, 2 July 2026 - 18:32 WIB

IDM: Jangan Bangun Opini Di Persidangan Kasus Bea Cukai, Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

Berita Terbaru