GERTAK Desak KPK Segera Cabut Status Tahanan Rumah Mantan Menag Yaqut

Tuesday, 24 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chakradetik.com – Jakarta – Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menjadi tahanan rumah menuai reaksi keras dari Aktivis Pegiat Antirasuah Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (GERTAK), Dimas Tri Nugroho menilai langkah tersebut sebagai tindakan pelemahan terhadap pemberantasan korupsi di indonesia.

KPK seharusnya fokus menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji dan segera melimpahkannya ke pengadilan, bukan malah memberikan fasilitas tahanan rumah kepada koruptor. Kata Ketua Umum GERTAK, Dimas Tri Nugroho dalam keterangannya kepada Wartawan pada Senin, (23/3/2026).

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menghitung kerugian negara dalam kasus ini, yang ditaksir mencapai lebih dari setengah triliun rupiah. “Menurut saya ini sangat janggal dan KPK harus mencabut (tahanan rumah).

Status penahanan Yaqut Cholil Qoumas berubah sejak hari Kamis, (19/3/2026). Sebelumnya, Yaqut ditahan di Rutan KPK. Perubahan status ini sekaligus menjawab alasan ketidakhadirannya saat Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama tahanan KPK lainnya di Gedung Merah Putih pada Sabtu, (21/3/2026).

Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi ini dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada kasus dugaan korupsi kuota haji semata, melainkan pada nasib pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dimas mengatakan bahwa keistimewaan yang didapat Yaqut akan memicu efek domino di rutan KPK.

Seluruh tahanan korupsi lainnya berpotensi menuntut perlakuan serupa dengan dalih asas keadilan.

“Kami mendesak lembaga antirasuah KPK segera mencabut keistimewaan status tahanan rumah yang diberikan kepada Yaqut tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan mengajak masyarakat untuk mengawal kasus ini diusut tuntas,” pungkas Dimas Tri Nugroho.

Berita Terkait

Dalam Rapat Internal,Nena Terpilih Jadi Ketua Panitia Natal, DPW PETIR DKI Jakarta Matangkan Persiapan Agenda Organisasi
Koprabu Indonesia Law Firm Gelar Aksi Bakti Sosial “Berbagi Karya Menebar Bahagia” di Kemayoran
Golkar Jakarta Utara Gelar Musda XL Fokus Perkuat Soliditas dan Pelayanan Masyarakat
Transparansi Paket Jalan dan Trotoar Jakarta Utara Dipertanyakan, Masyarakat Desak Evaluasi Hingga Audit Anggaran
Tak Hanya Kredit Rumah, Layanan Harian Tuai Pujian, Kepuasan Capai 89%
Ada Papan Larangan, Sahabat Alam Hijau Desak Gakkum Periksa PT Ifishdeco Tbk
Perkuat Pemahaman Hukum Generasi Muda, BNN Jakarta Utara Sosialisasikan P4GN di SMAN 80 Jakarta
Bareskrim Tangkap Buron Penyelundup Hp Ilegal Rp 253M di Bandara Soetta

Berita Terkait

Sunday, 25 October 2026 - 20:12 WIB

Dalam Rapat Internal,Nena Terpilih Jadi Ketua Panitia Natal, DPW PETIR DKI Jakarta Matangkan Persiapan Agenda Organisasi

Wednesday, 21 October 2026 - 12:07 WIB

Koprabu Indonesia Law Firm Gelar Aksi Bakti Sosial “Berbagi Karya Menebar Bahagia” di Kemayoran

Saturday, 17 October 2026 - 16:56 WIB

Golkar Jakarta Utara Gelar Musda XL Fokus Perkuat Soliditas dan Pelayanan Masyarakat

Thursday, 15 October 2026 - 12:04 WIB

Transparansi Paket Jalan dan Trotoar Jakarta Utara Dipertanyakan, Masyarakat Desak Evaluasi Hingga Audit Anggaran

Monday, 12 October 2026 - 21:07 WIB

Ada Papan Larangan, Sahabat Alam Hijau Desak Gakkum Periksa PT Ifishdeco Tbk

Friday, 9 October 2026 - 16:33 WIB

Perkuat Pemahaman Hukum Generasi Muda, BNN Jakarta Utara Sosialisasikan P4GN di SMAN 80 Jakarta

Friday, 9 October 2026 - 16:06 WIB

Bareskrim Tangkap Buron Penyelundup Hp Ilegal Rp 253M di Bandara Soetta

Thursday, 8 October 2026 - 19:08 WIB

Anggaran Rp1,73 Miliar, Proyek Gedung Aki Tirem Jadi Sorotan: PWJU Desak Transparansi dan Akuntabilitas

Berita Terbaru