
Chakradetik.com – Jakarta – Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang memanas pada Maret 2026 telah memicu kekhawatiran serius terkait lonjakan harga minyak dunia dan stabilitas pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) global.
Mengantisipasi hal ini, Koalisi Peduli Indonesia (KPI) menyerukan gerakan penghematan BBM untuk mengurangi ketergantungan dan menjaga stabilitas APBN.
Berikut seruan terkait efisiensi BBM dan dampak konflik Iran vs Amerika-Israel terhadap energi:
Untuk menanggapi konflik Timur Tengah tersebut, Kami meminta masyarakat untuk lebih bijak dan hemat dalam mengonsumsi BBM. kata Dewan Pendiri Koalisi Peduli Indonesia (KPI), Hilman Firmansyah dalam keterangannya kepada Wartawan Rabu, (25/3/2026).
Menurut Hilman, konflik memicu lonjakan harga minyak dunia karena sebesar 20 % pasokan global berisiko terganggu, terutama akibat potensi gangguan di Selat Hormuz.
“Kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit APBN, yang mendorong pemerintah untuk mengkaji skenario penghematan dan efisiensi konsumsi BBM,” Ujar Hilman.
Sebagai negara pengimpor BBM, Indonesia sangat rentan terhadap guncangan harga minyak global.
“Konflik ini memicu kekhawatiran akan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan inflasi,” Tegas Hilman.
Hilman menegaskan mendukung sejumlah opsi penghematan yang ditempuh pemerintah yaitu dari penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan Pekerja Swasta untuk penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Usulan WFH bagi ASN dan Pekerja Swasta dilakukan sebagai upaya antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga energi di tengah konflik global,” ujar Hilman.
“Jakarta macet akibat banyaknya pengguna kendaraan pribadi, yang mengakibatkan BBM boros dan terbuang, padahal BBM nantinya akan habis, jika perang iran tidak segera berhenti akan naik harga bbm,” papar Hilman.
“Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi BBM adalah dengan membatasi aktifitas bekerja di kantor. Dengan cara ASN dan Pekerja swasta WFH,” ujar Hilman.
Kami mendorong Pemerintah untuk terus berupaya bersama negara-negara lain mencari jalan damai atas konflik Timur Tengah melalui upaya de-eskalasi konflik dan mengimbau agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada dengan menghemat energi,” pungkas Hilman Firmansyah.






