Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika: Kebijakan Strategis Prabowo Sebagai Trilogi Ketahanan yang Menjadi Arsitektur Masa Depan Indonesia

Thursday, 21 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chakradetik.com — JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika, Iwan Bento Wijaya, menilai kebijakan strategis Presiden Prabowo Soebianto merupakan konsep Trilogi Ketahanan, gagasan strategis ini bertujuan membangun fondasi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

Menurut Iwan Bento Wijaya, trilogi tersebut terdiri atas tiga pilar besar, yakni human development, independent power, dan circular economy, yang saling terhubung sebagai kerangka pembangunan nasional untuk menjawab tantangan masa depan, mulai dari penanganan yang bijak terhadap perkembangan artificial intelligence (AI), ketahanan energi, hingga penguatan ekonomi rakyat berbasis produksi domestik.

“Trilogi Ketahanan bukan sekadar program sektoral, melainkan arsitektur pembangunan bangsa. Negara harus hadir bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi mempersiapkan kualitas generasi masa depan, memperkuat kemandirian energi, serta menciptakan sistem ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap guncangan global,” ujar Iwan Bento Wijaya dalam keterangannya.

*Human Development: Negara Hadir Menyiapkan Generasi Masa Depan Yang Unggul*
Iwan menjelaskan bahwa makna human development dalam Trilogi Ketahanan berangkat dari pemahaman bahwa akses terhadap makanan bergizi melalui program Makan Bergizi Gratis tidak boleh dipandang semata-mata hanya sebagai pemberian konsumsi bagi peserta didik.
Akan tetapi Lebih jauh, program tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini agar mampu menghadapi perkembangan teknologi modern, khususnya artificial intelligence, secara produktif, etis, dan bijaksana.

“Program makan bergizi gratis harus dipahami sebagai investasi negara terhadap kualitas manusia Indonesia, ditengah angka stanting yang tinggi. Ini bukan hanya soal makan, tetapi soal membangun generasi unggul yang sehat, cerdas, kompetitif, dan siap menghadapi era teknologi tanpa kehilangan orientasi kebangsaan,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan manusia merupakan fondasi utama bagi konsep pembangunan negara berkelanjutan karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemampuan bangsa dalam menghadapi kompetisi global di masa mendatang.

*Independent Power: Kemandirian Energi sebagai Wujud Kedaulatan*
Pada pilar kedua, Iwan menilai konsep independent power merupakan jawaban strategis atas ketidakpastian geopolitik dunia yang sering kali berdampak pada fluktuasi harga energi global.
Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut mendorong desentralisasi ketenagalistrikan agar setiap provinsi atau wilayah memiliki ketahanan energi sendiri, sekaligus memperkuat kemandirian energi domestik dalam memenuhi kebutuhan nasional.

“Indonesia tidak boleh terlalu bergantung pada dinamika eksternal. Tetapi, setiap daerah harus memiliki kemampuan menopang kebutuhan energinya sendiri, baik melalui optimalisasi potensi lokal maupun penguatan sumber energi domestik seperti minyak, gas, dan energi alternatif,” ujar Iwan.

Menurutnya, pendekatan ini penting agar Indonesia memiliki sistem ketahanan energi yang lebih adaptif, merata, dan tahan terhadap tekanan geopolitik internasional.

*Circular Economy: Ekonomi Kerakyatan yang Terintegrasi*
Lebih lanjut, Iwan menilai pilar circular economy menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari level masyarakat bawah.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi sirkular yang dimaksud merupakan integrasi antara program dapur penyedia Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih yang saling terhubung dalam satu ekosistem ekonomi mikro.

Skema tersebut, kata dia, menciptakan hubungan ekonomi yang konkret antara nelayan, petani, peternak, koperasi, dan rantai distribusi pangan nasional sehingga tercipta kepastian pasar bagi sektor produksi rakyat.

“Ketika hasil tangkapan nelayan, hasil panen petani, dan produksi peternak terserap melalui sistem yang terintegrasi, maka negara sedang membangun benteng ekonomi nasional dari bawah. Inilah yang menjadi barrier utama agar ekonomi Indonesia tetap kuat menghadapi tekanan global,” katanya.

Ia menambahkan, konsep tersebut tidak hanya berfungsi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi nasional melalui penciptaan ekosistem produksi dan distribusi yang berkelanjutan.

Menyiapkan Indonesia yang Tangguh dan Berkelanjutan
Sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki perhatian terhadap pembangunan nasional, Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika memandang Trilogi Ketahanan sebagai paradigma pembangunan yang menghubungkan kualitas manusia, kedaulatan energi, dan penguatan ekonomi rakyat dalam satu strategi besar kebangsaan.

“Jika dijalankan secara konsisten, Trilogi Ketahanan akan menjadi pondasi Indonesia yang lebih tangguh, berdaulat, dan berkelanjutan. Ketahanan bangsa pada masa depan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan politik dan fiskal, tetapi oleh kualitas manusianya, kemampuan energinya, dan kokohnya ekonomi rakyat,” tutup Iwan Bento Wijaya.

Berita Terkait

Diduga Gudang Penimbunan Solar di Tambak Mayor Ruko Tidar Kembali Beroperasi, Aparat Diminta Lakukan Penyelidikan
Hukum Dijadikan Alat Tawar-Menawar: Runtuhnya Marwah Penegak Hukum dan Gugat Kredibilitas DPR RI
MERUNTUHKAN TOPENG KEADILAN – KETIKA PENEGAK HUKUM MENJADI SARANG MAFIA DAN KORUPTOR
MADURA ASLI SEDARAH (MADAS) DPD DKI JAKARTA TEGASKAN DUKUNGAN PENUH KEPADA KORTASTIPIDKOR POLRI: “BERSAMA POLRI WUJUDKAN INDONESIA BERSIH DARI KORUPSI”
Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai Disorot, GERTAK Minta KPK Usut Tuntas
Kekerasan Terhadap Sekretaris PKC PMII Riau Adalah Serangan Terhadap Demokrasi, Kapolda Riau dan Kapolresta Pekanbaru diminta Segera Tangkap Para Pelaku
Kasus Dugaan Peganiayaan Berujung intimidasi Wartawan,’PWI Jakbar Minta Oknum Polisi Di Periksa
DPD MADURA ASLI SEDARAH (MADAS) DKI JAKARTA PERKUAT KONSOLIDASI ORGANISASI MELALUI RAPAT RUTIN BULANAN DAN PENGAJIAN BERSAMA

Berita Terkait

Friday, 10 July 2026 - 23:32 WIB

Diduga Gudang Penimbunan Solar di Tambak Mayor Ruko Tidar Kembali Beroperasi, Aparat Diminta Lakukan Penyelidikan

Friday, 10 July 2026 - 16:20 WIB

Hukum Dijadikan Alat Tawar-Menawar: Runtuhnya Marwah Penegak Hukum dan Gugat Kredibilitas DPR RI

Friday, 10 July 2026 - 03:07 WIB

MERUNTUHKAN TOPENG KEADILAN – KETIKA PENEGAK HUKUM MENJADI SARANG MAFIA DAN KORUPTOR

Wednesday, 8 July 2026 - 18:29 WIB

Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai Disorot, GERTAK Minta KPK Usut Tuntas

Monday, 6 July 2026 - 22:23 WIB

Kekerasan Terhadap Sekretaris PKC PMII Riau Adalah Serangan Terhadap Demokrasi, Kapolda Riau dan Kapolresta Pekanbaru diminta Segera Tangkap Para Pelaku

Friday, 3 July 2026 - 20:45 WIB

Kasus Dugaan Peganiayaan Berujung intimidasi Wartawan,’PWI Jakbar Minta Oknum Polisi Di Periksa

Friday, 3 July 2026 - 16:03 WIB

DPD MADURA ASLI SEDARAH (MADAS) DKI JAKARTA PERKUAT KONSOLIDASI ORGANISASI MELALUI RAPAT RUTIN BULANAN DAN PENGAJIAN BERSAMA

Thursday, 2 July 2026 - 18:32 WIB

IDM: Jangan Bangun Opini Di Persidangan Kasus Bea Cukai, Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

Berita Terbaru