FPPJ Dukung BP BUMD Melakukan Optimalisasi Peran BUMD DKI Jakarta, Dorong Evaluasi PSO Berbasis Dampak

Tuesday, 31 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chakradetik.com – Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansah yang akrab disapa Ryan, menyatakan dukungannya terhadap peran Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta dalam mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi penopang utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta.

Namun demikian, ia menilai kontribusi BUMD saat ini masih belum optimal dan membutuhkan langkah perbaikan yang lebih terukur dan berbasis hasil.

Menurut Ryan, selama ini penilaian terhadap skema Public Service Obligation (PSO) cenderung hanya berfokus pada besarnya serapan anggaran, bukan pada dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat maupun peningkatan pendapatan daerah.

“PSO tidak boleh hanya dilihat dari seberapa besar anggaran yang diserap, tetapi harus diukur dari outcome, yaitu sejauh mana memberikan dampak positif sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan dividen BUMD,” ujar Ryan dalam keterangannya Selasa, (31/3/2026).

Ia menegaskan bahwa BUMD memiliki dua peran strategis yang harus berjalan seimbang, yakni sebagai agen pelayanan publik dan sebagai entitas bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Oleh karena itu, inovasi dan efisiensi menjadi kunci agar kedua fungsi tersebut dapat berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan.

Dalam evaluasinya, Ryan menilai terdapat sejumlah BUMD yang telah menunjukkan kinerja cukup baik dalam memaksimalkan PSO sekaligus tetap berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Salah satunya adalah PT Bank DKI yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara fungsi layanan publik melalui pembiayaan UMKM dan kontribusi dividen yang relatif stabil ke kas daerah.

Selain itu, PT PAM Jaya juga dinilai mulai menunjukkan peningkatan layanan cakupan air bersih yang berdampak langsung pada masyarakat, meskipun masih menghadapi tantangan dalam efisiensi operasional.

Sementara itu, sektor transportasi seperti PT Transportasi Jakarta dinilai memiliki dampak sosial yang besar melalui layanan angkutan massal berbasis subsidi, Namun masih perlu strategi untuk meningkatkan aspek komersial agar tidak sepenuhnya bergantung pada PSO. “TransJakarta memiliki dampak luar biasa dalam mengurangi kemacetan dan polusi, tetapi inovasi pendapatan non-tiket harus diperkuat,” kata Ryan.

Di sisi lain, ia juga menyoroti beberapa BUMD yang dinilai belum maksimal dalam memanfaatkan PSO untuk menghasilkan dampak ganda, baik dari sisi pelayanan maupun kontribusi ke PAD. BUMD di sektor pangan seperti Perumda Pasar Jaya dan PT Food Station Tjipinang Jaya dinilai masih perlu melakukan transformasi bisnis agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan mampu meningkatkan profitabilitas tanpa mengabaikan fungsi stabilisasi harga.

Ryan menambahkan, tantangan utama BUMD saat ini adalah bagaimana mengubah paradigma dari sekadar “Pengelola Subsidi” menjadi “Penghasil Nilai Tambah”.

Ia Mendukung dan mendorong BP BUMD DKI Jakarta untuk memperkuat sistem evaluasi kinerja berbasis Key Performance Indicators (KPI) yang mengedepankan outcome, seperti peningkatan kualitas layanan, efisiensi biaya, serta kontribusi nyata terhadap PAD.

“Ke depan, perlu ada klasifikasi yang jelas antara BUMD yang berbasis pelayanan penuh dan BUMD yang berorientasi profit. Namun keduanya tetap harus memiliki indikator kinerja yang terukur dan transparan,” ujarnya.

FPPJ, lanjut Ryan, Siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengawal transformasi BUMD.

Ia berharap optimalisasi peran BUMD tidak hanya berdampak pada peningkatan dividen, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Jakarta secara berkelanjutan.

Dengan evaluasi yang lebih komprehensif dan berbasis dampak, Ryan optimistis BUMD DKI Jakarta dapat bertransformasi menjadi pilar utama dalam menopang APBD sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga.

Berita Terkait

SELAMAT DAN SUKSES PROMOSI DOKTOR ILMU HUKUM Dr. Moh. Taufik, S. I .Kom., S .H., M .H. Ketua Umum DPP MADAS SEDARAH
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap pihak pihak yang Fitnah Kapolri Baru
MK TAK TEMUKAN BUKTI IJAZAH YANG JADI DASAR PENYETARAAN GIBRAN, GUGATAN TETAP TAK DITERIMA
JR Style Hadirkan Layanan Powercoating dan Painting untuk Beragam Jenis Motor
DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, 313 Pasal Jadi Payung Baru Pekerja
Pimpinan Redaksi Chakradetik.com Sampaikan Pesan pada Hari Guru Sedunia 2026
Paulus Pinimet Pertanyakan Pembayaran Sisa Rp200 Juta Proyek Kantor Distrik Kuala Kencana
Jelang Akhir Anggaran Tahun 2026 DKI Jakarta, Poros Rawamangun Desak Aparat Hukum Usut Tuntas 5 Kasus Dugaan Korupsi di Jakarta

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 19:38 WIB

SELAMAT DAN SUKSES PROMOSI DOKTOR ILMU HUKUM Dr. Moh. Taufik, S. I .Kom., S .H., M .H. Ketua Umum DPP MADAS SEDARAH

Tuesday, 6 October 2026 - 22:23 WIB

PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap pihak pihak yang Fitnah Kapolri Baru

Tuesday, 6 October 2026 - 21:57 WIB

MK TAK TEMUKAN BUKTI IJAZAH YANG JADI DASAR PENYETARAAN GIBRAN, GUGATAN TETAP TAK DITERIMA

Tuesday, 6 October 2026 - 17:41 WIB

JR Style Hadirkan Layanan Powercoating dan Painting untuk Beragam Jenis Motor

Tuesday, 6 October 2026 - 17:08 WIB

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, 313 Pasal Jadi Payung Baru Pekerja

Monday, 5 October 2026 - 18:54 WIB

Pimpinan Redaksi Chakradetik.com Sampaikan Pesan pada Hari Guru Sedunia 2026

Sunday, 4 October 2026 - 14:37 WIB

Paulus Pinimet Pertanyakan Pembayaran Sisa Rp200 Juta Proyek Kantor Distrik Kuala Kencana

Sunday, 4 October 2026 - 12:16 WIB

Jelang Akhir Anggaran Tahun 2026 DKI Jakarta, Poros Rawamangun Desak Aparat Hukum Usut Tuntas 5 Kasus Dugaan Korupsi di Jakarta

Berita Terbaru