KSBSI: May Day Momentum Perjuangan Nyata Buruh Indonesia

Friday, 1 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 1 Mei 2026 — Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk memperjuangkan hak-hak buruh secara nyata dan berkelanjutan.

Dalam pernyataannya, Elly Rosita Silaban menyampaikan bahwa kondisi buruh Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian kerja akibat sistem outsourcing, rendahnya perlindungan terhadap pekerja, hingga belum optimalnya keterlibatan serikat buruh dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan.

“May Day harus menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai. Negara harus hadir memberikan perlindungan maksimal dan memastikan keadilan sosial bagi seluruh pekerja,” tegasnya.

KSBSI juga menyoroti sejumlah tuntutan utama buruh pada May Day 2026, antara lain:

Ratifikasi Konvensi ILO No. 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja

Pembatasan sistem outsourcing baik dari sisi waktu maupun sektor

Percepatan revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan dengan melibatkan serikat pekerja

Penyediaan perumahan layak bagi buruh di kawasan industri

Lebih lanjut, Elly Rosita Silaban menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh untuk menciptakan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan.

“Buruh bukan sekadar faktor produksi, tetapi manusia yang memiliki hak untuk hidup layak. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus berpihak pada kesejahteraan pekerja,” tambahnya.

KSBSI berharap momentum May Day 2026 dapat menjadi titik balik bagi perbaikan sistem ketenagakerjaan di Indonesia, sehingga tercipta keadilan, kesejahteraan, dan kepastian kerja bagi seluruh buruh.

Berita Terkait

Diduga Gudang Penimbunan Solar di Tambak Mayor Ruko Tidar Kembali Beroperasi, Aparat Diminta Lakukan Penyelidikan
Hukum Dijadikan Alat Tawar-Menawar: Runtuhnya Marwah Penegak Hukum dan Gugat Kredibilitas DPR RI
MERUNTUHKAN TOPENG KEADILAN – KETIKA PENEGAK HUKUM MENJADI SARANG MAFIA DAN KORUPTOR
MADURA ASLI SEDARAH (MADAS) DPD DKI JAKARTA TEGASKAN DUKUNGAN PENUH KEPADA KORTASTIPIDKOR POLRI: “BERSAMA POLRI WUJUDKAN INDONESIA BERSIH DARI KORUPSI”
Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai Disorot, GERTAK Minta KPK Usut Tuntas
Kekerasan Terhadap Sekretaris PKC PMII Riau Adalah Serangan Terhadap Demokrasi, Kapolda Riau dan Kapolresta Pekanbaru diminta Segera Tangkap Para Pelaku
Kasus Dugaan Peganiayaan Berujung intimidasi Wartawan,’PWI Jakbar Minta Oknum Polisi Di Periksa
DPD MADURA ASLI SEDARAH (MADAS) DKI JAKARTA PERKUAT KONSOLIDASI ORGANISASI MELALUI RAPAT RUTIN BULANAN DAN PENGAJIAN BERSAMA

Berita Terkait

Friday, 10 July 2026 - 23:32 WIB

Diduga Gudang Penimbunan Solar di Tambak Mayor Ruko Tidar Kembali Beroperasi, Aparat Diminta Lakukan Penyelidikan

Friday, 10 July 2026 - 16:20 WIB

Hukum Dijadikan Alat Tawar-Menawar: Runtuhnya Marwah Penegak Hukum dan Gugat Kredibilitas DPR RI

Friday, 10 July 2026 - 03:07 WIB

MERUNTUHKAN TOPENG KEADILAN – KETIKA PENEGAK HUKUM MENJADI SARANG MAFIA DAN KORUPTOR

Wednesday, 8 July 2026 - 18:29 WIB

Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai Disorot, GERTAK Minta KPK Usut Tuntas

Monday, 6 July 2026 - 22:23 WIB

Kekerasan Terhadap Sekretaris PKC PMII Riau Adalah Serangan Terhadap Demokrasi, Kapolda Riau dan Kapolresta Pekanbaru diminta Segera Tangkap Para Pelaku

Friday, 3 July 2026 - 20:45 WIB

Kasus Dugaan Peganiayaan Berujung intimidasi Wartawan,’PWI Jakbar Minta Oknum Polisi Di Periksa

Friday, 3 July 2026 - 16:03 WIB

DPD MADURA ASLI SEDARAH (MADAS) DKI JAKARTA PERKUAT KONSOLIDASI ORGANISASI MELALUI RAPAT RUTIN BULANAN DAN PENGAJIAN BERSAMA

Thursday, 2 July 2026 - 18:32 WIB

IDM: Jangan Bangun Opini Di Persidangan Kasus Bea Cukai, Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

Berita Terbaru