
Chakradetik.com – Jakarta – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) secara resmi menyatakan dukungan strategis terhadap usulan penetapan status Darurat Sampah di wilayah DKI Jakarta. Langkah ini dinilai sebagai respons konkret atas peringatan keras yang juga disampaikan oleh fraksi Gerindra DKI Jakarta, mengingat kondisi TPST Bantar gebang yang telah mencapai titik jenuh (Overcapacity).
Ketua Umum FPPJ, Endriansyah, dalam keterangan resminya pada Kamis, (2/4/2026) menekankan bahwa Jakarta sedang berada di persimpangan jalan dalam pengelolaan sampah. Ia menilai langkah Gerindra dalam mendesak status darurat ini sudah sangat tepat dan harus segera diamini oleh eksekutif.
Endriansyah menegaskan Bahwa status “Darurat Sampah” adalah kunci untuk membuka gembok birokrasi yang selama ini menghambat inovasi pengelolaan sampah di Jakarta.
”Kami sependapat dengan rekan-rekan di Gerindra Jakarta. Status Darurat Sampah bukan sekadar label keprihatinan, Melainkan instrumen hukum yang vital.
Dengan status ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki legitimasi kuat untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, seperti Intermediate Treatment Facility (ITF), tanpa harus tersandera prosedur birokrasi yang berbelit-belit,” Tegas Endriansyah.
Dalam pernyataannya, FPPJ menggarisbawahi tiga poin krusial yang harus segera dieksekusi oleh pemerintah provinsi:
Pertama, Akselerasi Teknologi (Modernisasi): Memutus ketergantungan pada lahan pembuangan akhir dengan mempercepat teknologi pengolahan sampah di dalam kota yang ramah lingkungan.
Kedua, Ketangkasan Anggaran: Status darurat memungkinkan adanya diskresi dan realokasi anggaran prioritas untuk menangani titik-titik krusial penumpukan sampah yang mengancam kesehatan warga.
Ketiga, Mobilisasi Kolektif: Mendorong sinergi antara Pemerintah, Sektor swasta, dan Gerakan Pemuda untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah dari hulu (Rumah tangga) hingga ke hilir.
Menutup pernyataannya, Endriansyah memberikan pesan kuat kepada kepemimpinan di Balai Kota. Ia mengingatkan bahwa citra Jakarta sebagai kota global tidak hanya diukur dari kemegahan gedung pencakar langitnya, tetapi juga dari kemampuannya mengelola limbah secara berkelanjutan.
”Jangan menunggu hingga sampah meluber ke ruang-ruang publik baru kita bereaksi. Gubernur Pramono Anung harus mengambil Keputusan politik yang berani dan Visioner. FPPJ berkomitmen penuh mengawal dorongan dari legislatif ini dan siap menjadi mitra kolaborasi demi memastikan Jakarta tidak terkubur oleh sampahnya sendiri,” pungkasnya.





