Seruan Nasional Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia Menyikapi Keadaan Politik dan Ekonomi Indonesia

Tuesday, 10 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chakradetik.com – Jakarta – Everything Under Control atau Semua terkendali oleh Presiden Prabowo Subianto terkait kenaikan harga minyak dunia Hingga US$ 110 dollar Amerika dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Kami Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia menghimbau pada seluruh rakyat Indonesia khususnya seluruh Buruh di Pelabuhan Indonesia menyerukan jangan panik dan terprovokasi akan isu – isu menyesatkan yang dibangun oleh kelompok – kelompok yang tidak menginginkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk berpihak pada mayoritas rakyat Indonesia pada kelas menengah dan kecil.
Kata Koordinator Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia, Muhamad Riyadh kepada wartawan pada Senin, (9/3/2026).

Menurut Muhamad Riyadh banyak kelompok – kelompok yang mencoba mengagalkan transformasi menuju swasembada pangan dan energi Indonesia, serta membangun generasi masa depan Indonesia dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, ada kelompok – kelompok Koruptor yang ingin melakukan Perlawanan balik dan membuat kekacauan di masyarakat disaat Presiden Prabowo Subianto sedang bekerja dan mengendalikan dampak situasi Global akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang menyebabkan naiknya harga Minyak Dunia hingga menyentuh US$ 113 dollar Per Barrel dan Nilai kurs rupiah yang melewati Rp 17 ribu Per dollarnya.

Menurut Kami bahwa keadaan ini semua dalam kontrol Presiden Prabowo Subianto dengan pengambilan kebijakan – kebijakan yang hati-hati dan disiplin, serta mendahulukan kepentingan rakyat kecil.

“Perlu Kami jelaskan, Bahwa turunnya nilai kurs rupiah terhadap dollar merupakan fenomena biasa dalam pasar keuangan dunia yang berimbas pada Ekonomi Indonesia, disaat adanya konflik di Timur Tengah atau guncangan politik global,” tegas Muhamad Riyadh.

“Sebab konflik tersebut memicu skenario “Penghindaran risiko”, yang menyebabkan investor meninggalkan aset yang lebih berisiko dan bergegas mencari keamanan di mata uang dollar yang menyebabkan peningkatan nilai kurs Dollar karena tingginya permintaan Dollar di pasar keuangan,” paparnya.

Kemudian, Dengan harga minyak mentah Brent yang melebihi US$100 Per barel, Dan terkadang mencapai US$ 120 Per Barel, Dollar telah menguat, karena harga energi yang lebih tinggi seringkali meningkatkan nilai mata uang US$ dollar.

“Terlepas dari tren umum yang menunjukkan kenaikan, Beberapa Kami mencatat Bahwa status dollar sebagai “Aset Aman” patut dipertanyakan baru-baru ini, yang berpotensi menyebabkan penurunan sementara dari nilai kurs mata uang US$ dollar,” terang Muhamad Riyadh.

Ia juga menjelaskan Bahwa kenaikan nilai kurs US$ Dollar justru akan menguntungkan Produk -produk ekspor Indonesia dan membuat kita lebih mengunakan produk dalam negeri dibandingkan Produk – produk impor.

“Terkait Aksi – aksi Penolakan program MBG oleh kelompok – kelompok masyarakat tertentu juga patut dicurigai sebagai kelompok yang tidak menginginkan generasi masa depan Indonesia menjadi generasi yang cerdas,” ungkapnya.

“Selain itu diduga kelompok – kelompok Anti MBG merupakan kelompok yang tidak menginginkan tumbuhnya kesejahteraan di Masyarakat Pedesaan dan pinggiran Kota yang telah banyak menerima dampak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat,” tambahnya.

“Terkait Perjanjian dagang Resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat merupakan perjanjian yang justru bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi dan Industri di Indonesia dan pembelian Minyak dan LNG dari Amerika Serikat menjadi alternatif akibat tertutup jalur perdagangan Minyak dan LNG yang selama ini dibeli dari kawasan konflik Timur Tengah,” ujar Muhamad Riyadh.

“Kami Serukan pada Seluruh Pekerja dan Buruh di Pelabuhan Indonesia jangan terprovokasi dan terus bekerja membangun Indonesia di bawah Kepemimpinan Prabowo Subianto,” Pungkas Muhamad Riyadh.

Berita Terkait

Survei IDM: Kepuasan Pengguna Jasa Bea Cukai Tinggi, Tapi Tarif & Aturan Barang Impor Jadi Sorotan
Kasubdit III Unit IV Polda Jatim Panggil 2 saksi dugaan pengeroyokan dan kekerasan terhadap Agus Jagal
Desil Jadi Sorotan, Bansos Berpotensi Salah Sasaran: Data di Atas Kertas Tak Selalu Sama dengan Kondisi Warga
Usai Maulid Nabi, PPSU Kalibaru Gerak Cepat Bersihkan Plaza Kalibaru
IDM Minta Publik Tak Terburu-buru Menyimpulkan Keterlibatan Djaka Budhi dalam Kasus Blueray
Sekjen KAKI: Dugaan Tindak Pidana Harus Diungkap dalam Sengketa Yusuf Hamka Vs Hary Tanoe
Garda Terdepan Pelayanan Publik, PPSU Kelurahan Kalibaru Terus Bergerak untuk Warga
Hingga Dini Hari, Massa Aksi Masih Bertahan di Depan Gedung DPR RI

Berita Terkait

Saturday, 12 September 2026 - 21:11 WIB

Survei IDM: Kepuasan Pengguna Jasa Bea Cukai Tinggi, Tapi Tarif & Aturan Barang Impor Jadi Sorotan

Wednesday, 9 September 2026 - 22:00 WIB

Kasubdit III Unit IV Polda Jatim Panggil 2 saksi dugaan pengeroyokan dan kekerasan terhadap Agus Jagal

Wednesday, 9 September 2026 - 02:25 WIB

Desil Jadi Sorotan, Bansos Berpotensi Salah Sasaran: Data di Atas Kertas Tak Selalu Sama dengan Kondisi Warga

Saturday, 5 September 2026 - 07:20 WIB

Usai Maulid Nabi, PPSU Kalibaru Gerak Cepat Bersihkan Plaza Kalibaru

Wednesday, 2 September 2026 - 16:19 WIB

IDM Minta Publik Tak Terburu-buru Menyimpulkan Keterlibatan Djaka Budhi dalam Kasus Blueray

Wednesday, 2 September 2026 - 13:27 WIB

Sekjen KAKI: Dugaan Tindak Pidana Harus Diungkap dalam Sengketa Yusuf Hamka Vs Hary Tanoe

Wednesday, 2 September 2026 - 11:05 WIB

Garda Terdepan Pelayanan Publik, PPSU Kelurahan Kalibaru Terus Bergerak untuk Warga

Friday, 28 August 2026 - 01:03 WIB

Hingga Dini Hari, Massa Aksi Masih Bertahan di Depan Gedung DPR RI

Berita Terbaru

Uncategorized

PWJU Resmi Dideklarasikan, Bidik Penguatan Profesionalisme Wartawan

Thursday, 10 Sep 2026 - 16:11 WIB