
Jakarta Utara, 18 Juli 2026 – Ahmad Fauzi, pendiri komunitas PENA BANGSA (Pemuda Peduli Penerus Bangsa), mendesak pihak keamanan untuk segera memperluas dan memperketat pengamanan wilayah, menyusul dua kejadian yang terjadi dalam satu malam di Jakarta Utara.
Dua insiden tersebut meliputi aksi pembegalan di kawasan Tanah Merah, Plumpang, serta tawuran remaja di wilayah Uka, Koja. Peristiwa ini dinilai menjadi alarm serius atas kondisi keamanan lingkungan, khususnya di wilayah padat penduduk.
Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh dianggap biasa dan harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret dari aparat keamanan.
“Pengamanan harus diperluas dan diperketat, terutama di titik-titik rawan. Kejadian begal dan tawuran dalam satu malam ini menjadi peringatan keras bagi kita semua,” tegasnya.
Selain mendorong aparat bertindak cepat, Ahmad Fauzi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda, untuk lebih peduli terhadap masa depan bangsa dan lingkungan sekitar.
Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keamanan serta menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.
“Stop tawuran! Mari kita jaga kampung kita dari begal. Masa depan bangsa ada di tangan kita semua, jangan dirusak dengan tindakan yang merugikan,” ujarnya.
PENA BANGSA juga mendorong adanya kolaborasi antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan pemuda dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada pihak berwenang.
Dengan meningkatnya kasus kriminalitas dan konflik remaja, diharapkan langkah tegas serta kepedulian bersama dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali.







