Diduga Langgar SOP, Penyidik Polsek Koja Periksa Anak 8 Tahun dalam Kasus Pencurian HP

Saturday, 31 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026)
Penanganan kasus dugaan pencurian telepon seluler (HP) di Polsek Koja menuai sorotan. Penyidik diduga melakukan maladministrasi dalam proses penyidikan terhadap terduga pelaku, Riyanti (37), termasuk memeriksa anak di bawah umur tanpa prosedur yang semestinya.

Adik Riyanti, AM, menyebut penetapan kakaknya sebagai tersangka dinilai lemah karena hanya mengandalkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang tidak jelas. Selain itu, dua saksi yang dihadirkan dinilai tidak memiliki keterangan yang kuat.

“Satu saksi tidak melihat langsung kejadian, sementara saksi lainnya mengaku melihat, namun keterangannya tidak didukung bukti yang kuat,” ujar AM kepada awak media.

Sorotan utama tertuju pada pemeriksaan terhadap putra Riyanti, Raka Adam (8). Anak tersebut dilaporkan menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) selama kurang lebih tiga jam.

Dalam proses itu, oknum penyidik berinisial Aipda AS diduga melakukan intimidasi dengan menjanjikan sejumlah uang agar Raka mengakui bahwa ibunya melakukan pencurian.

Akibat peristiwa tersebut, Riyanti mengaku anaknya mengalami gangguan psikologis.
“Dampak mental anak saya sangat terganggu sejak kejadian itu,” kata Riyanti dengan nada kecewa.

Pemerhati hukum dan hak asasi manusia, Ahmad Fauzi, mempertanyakan dasar hukum pemeriksaan anak berusia 8 tahun tanpa pendampingan orang tua maupun penasihat hukum.

Ia juga menduga adanya faktor kedekatan personal antara pelapor dengan penyidik yang memengaruhi proses penanganan perkara.

“Dalam hukum, semua orang memiliki kedudukan yang sama. Jika benar ada kedekatan personal, ini tentu mencederai prinsip profesionalitas aparat penegak hukum. Kasus ini perlu ditinjau ulang demi keadilan,” tegas Ahmad Fauzi.

Riyanti membantah keras tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya dan merasa telah difitnah. Ia berharap kepolisian bersikap profesional dan segera memberikan kepastian hukum atas statusnya.

“Saya ingin status hukum ini segera jelas. Tuduhan ini mencemarkan nama baik saya dan sangat berdampak pada kondisi mental anak saya. Saya hanya menuntut keadilan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, pihak Polsek Koja menyampaikan bahwa sejumlah penyidik sedang tidak bertugas, sementara Kanit Reskrim tengah mengikuti pendidikan pengembangan karier.
Namun, Kapolsek Koja, Kompol Andri, memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp.

Ia membenarkan bahwa anggotanya sempat mengajukan pertanyaan kepada Raka Adam terkait dugaan pencurian tersebut.

“Anggota hanya menanyakan kepada anak apakah ia melihat ibunya mengambil HP milik pelapor,” jelas Kompol Andri.

Menurutnya, undang-undang memperbolehkan permintaan keterangan kepada anak di bawah umur selama memiliki keterkaitan dengan perkara.

Ia juga menegaskan bahwa pertanyaan yang diajukan sebatas mengenai ciri-ciri HP milik pelapor.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ahmad Fauzi mengusulkan agar dilakukan konfrontasi terbuka antara penyidik dan anak yang diperiksa guna memastikan kebenaran proses pemeriksaan.

“Konfrontasi perlu dilakukan agar persoalan ini terang dan tidak menyisakan polemik,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dalam Rapat Internal,Nena Terpilih Jadi Ketua Panitia Natal, DPW PETIR DKI Jakarta Matangkan Persiapan Agenda Organisasi
Koprabu Indonesia Law Firm Gelar Aksi Bakti Sosial “Berbagi Karya Menebar Bahagia” di Kemayoran
Golkar Jakarta Utara Gelar Musda XL Fokus Perkuat Soliditas dan Pelayanan Masyarakat
Transparansi Paket Jalan dan Trotoar Jakarta Utara Dipertanyakan, Masyarakat Desak Evaluasi Hingga Audit Anggaran
Tak Hanya Kredit Rumah, Layanan Harian Tuai Pujian, Kepuasan Capai 89%
Ada Papan Larangan, Sahabat Alam Hijau Desak Gakkum Periksa PT Ifishdeco Tbk
Perkuat Pemahaman Hukum Generasi Muda, BNN Jakarta Utara Sosialisasikan P4GN di SMAN 80 Jakarta
Bareskrim Tangkap Buron Penyelundup Hp Ilegal Rp 253M di Bandara Soetta

Berita Terkait

Sunday, 25 October 2026 - 20:12 WIB

Dalam Rapat Internal,Nena Terpilih Jadi Ketua Panitia Natal, DPW PETIR DKI Jakarta Matangkan Persiapan Agenda Organisasi

Wednesday, 21 October 2026 - 12:07 WIB

Koprabu Indonesia Law Firm Gelar Aksi Bakti Sosial “Berbagi Karya Menebar Bahagia” di Kemayoran

Saturday, 17 October 2026 - 16:56 WIB

Golkar Jakarta Utara Gelar Musda XL Fokus Perkuat Soliditas dan Pelayanan Masyarakat

Thursday, 15 October 2026 - 12:04 WIB

Transparansi Paket Jalan dan Trotoar Jakarta Utara Dipertanyakan, Masyarakat Desak Evaluasi Hingga Audit Anggaran

Monday, 12 October 2026 - 21:07 WIB

Ada Papan Larangan, Sahabat Alam Hijau Desak Gakkum Periksa PT Ifishdeco Tbk

Friday, 9 October 2026 - 16:33 WIB

Perkuat Pemahaman Hukum Generasi Muda, BNN Jakarta Utara Sosialisasikan P4GN di SMAN 80 Jakarta

Friday, 9 October 2026 - 16:06 WIB

Bareskrim Tangkap Buron Penyelundup Hp Ilegal Rp 253M di Bandara Soetta

Thursday, 8 October 2026 - 19:08 WIB

Anggaran Rp1,73 Miliar, Proyek Gedung Aki Tirem Jadi Sorotan: PWJU Desak Transparansi dan Akuntabilitas

Berita Terbaru