
Chakradetik.com – JAKARTA – Jaringan Pemuda Anti Korupsi (JAPAKSI) melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) Bunyu ke Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung RI, pada Rabu (15/4/2026).
Laporan tersebut menyasar sejumlah pimpinan perusahaan yang terlibat dalam proyek, yakni PT Mina Fajar Abadi sebagai pemenang lelang sekaligus pembentuk kerja sama operasi (KSO), serta CV Ardifa Dalle, CV Inaka, CV Ujung Tanjung Abadi, dan CV Fatah Rahmat.
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPN JAPAKSI, Putra Ramadhani, S.H., mengatakan laporan disampaikan secara langsung dengan didampingi pengurus organisasi. Ia menyebut pihaknya menemukan indikasi dugaan korupsi dalam proyek tersebut.
“Kami berharap proses penanganan perkara ini dilakukan secara transparan dan profesional,” ujar Putra saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Meski demikian, JAPAKSI menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum. Pihaknya juga mendorong Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Proyek pembangunan RSP Bunyu diketahui memiliki nilai anggaran sekitar Rp84 miliar. Namun, fasilitas kesehatan yang diharapkan dapat melayani masyarakat di wilayah tersebut hingga kini belum beroperasi dan dilaporkan mangkrak.
Menurut Putra, kondisi tersebut berdampak pada akses layanan kesehatan masyarakat setempat. Ia meminta aparat melakukan audit investigatif guna menelusuri penggunaan anggaran proyek.
“Proyek ini seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, perlu ada kejelasan terkait penyelesaian pembangunan maupun penggunaan anggaran,” katanya.
Selain itu, JAPAKSI juga menyoroti proses lelang proyek yang dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut. Mereka menduga adanya kejanggalan dalam proses verifikasi administrasi terhadap perusahaan pemenang lelang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, maupun perusahaan-perusahaan yang disebutkan dalam laporan tersebut.



